Blog

Ringkus Pelaku Togel Di Cirebon

Jajaran Unit Reskrim Polsek Plered berhasil meringkus pelaku judi togel. Pelaku berinisial SR (50). Pria asal Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, itu diamankan polisi di sekitar rumahnya saat sedang melayani pemasang togel.

Kapolsek Plered AKP Komar mengatakan penangkapan terhadap pelaku berawal dari adanya informasi warga adanya aktivitas judi togel di Sarabau. Menindaklanjuti itu, pihaknya turun mengintai. Setelah memantau dan memastikan ada yang sedang pasang togel, pihaknya langsung menggerebek tersangka SR.

“Tersangka diamankan Sabtu (4/1) sekitar pukul 19.30 WIB di pos ronda belakang rumahnya. Tersangka sebagai pengeber togel. Saat itu sedang menerima pasangan togel secara langsung melalui SMS di HP tersangka, kemudian dikirim lewat SMS ke bandar lainnya lebih tinggi,” papar kapolsek.

Dari penggerebekan itu, polisi berhasil menyita sejumlah peralatan judi togel serta uang tunai sebesar Rp. 460.000 yang diduga hasil pemasangan. Pelaku dan barang bukti pun digelandang ke Mapolsek Plered. Dari pengakuan tersangka, dia memasangkan ke bandar lagi di wilayah Desa Gamel, Kecamatan Plered berinisial E.

Nah, E ini masih diburu polisi. “Pria berinisial E sekarang melarikan diri. Tapi akan terus kami buru. Untuk pelaku SR, sekarang kami tahan. Dia kami jerat dengan Pasal 303 KUHP pidana dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun”, paparnya.

Sementara itu, SR mengaku dirinya awalnya sering memasang togel. Semakin lama, banyak masyarakat sekitar dan temannya ikutan memasang kepadanya dengan alasan SR sering menang. Dari situlah ia akhirnya menjadi pengeber.

“Sebenarnya saya bukan bandar. Saya kalau pasang juga untuk saya sendiri. Cuma karena banyak yang ikut, jadi saya disuruh buka sendiri dan akan diberikan komisi 15 persen. Jadi saya buka. Saya pikir lumayan untuk sampingan pas malam, kalau siang kerja bangunan”, katanya.

Dari hasil togel itu, SR mengaku hanya mendapatkan uang sekitar Rp20 ribu sampai Rp. 45 ribu setiap harinya. Namun, tidak setiap hari buka, dan sering kali dia harus libur karena kucing-kucingan dengan polisi. “Kadang 2 minggu libur, karena kucing-kucingan sama polisi. Kalau penghasilan setiap hari dari togel sekitar Rp. 20 ribu sampai Rp. 45 ribu. Tapi itu juga kadang habis gara-gara buat nyediain kopi para pelanggan yang masang. Saya menyesal,” katanya.

Tags